Kolaborasi riset dan industri ini mendapat dukungan Pemerintah Australia untuk mengomersialkan teknologi penunjang keputusan onkologi presisi.

Sydney, Australia: 20 Februari 2026 – Bionyeri Pty Ltd bersama klinisi Dr Yagiz Aksoy berhasil mengamankan pendanaan hampir AUD 1 juta dari pemerintah dan industri untuk mengomersialkan platform PanaceAI, sebuah sistem clinical decision-support untuk onkologi presisi. Platform ini dibangun dengan arsitektur yang skalabel, sehingga ke depannya dapat diperluas ke bidang dermatologi, oftalmologi, dan berbagai spesialisasi medis lainnya.

Dr Aksoy memperoleh pendanaan sebesar AUD 429.483 melalui program Australia’s Economic Accelerator (AEA) Ignite dari Pemerintah Australia. Bionyeri berkontribusi sebesar AUD 347.069 sebagai mitra industri, sementara tambahan dukungan institusional senilai AUD 168.369 (dalam bentuk dana tunai dan non-tunai) diberikan oleh University of Sydney dan Centenary Institute.

Kemitraan ini memadukan kekuatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) Dr Aksoy yang telah tervalidasi secara ilmiah dengan keahlian klinisnya, serta pengalaman komersialisasi dan jaringan internasional Bionyeri, khususnya di Indonesia.

“Kolaborasi seperti inilah yang menunjukkan keberhasilan translasi riset ke praktik nyata,” ujar Profesor Gilles Guillemin, CEO dan Co-founder Bionyeri. “Dr Aksoy telah mengembangkan perangkat kecerdasan buatan yang luar biasa, dipublikasikan dalam jurnal peer-reviewed dan terbukti memberikan dampak klinis nyata dengan mempercepat proses diagnosis dan prognosis pasien kanker dibandingkan pedoman klinis yang ada saat ini. Peran Bionyeri adalah menghadirkan keahlian komersialisasi serta akses ke jaringan global agar teknologi ini dapat digunakan oleh para klinisi dan onkolog.”

Dr Aksoy memiliki latar belakang yang unik, yakni gelar Doctor of Medicine, PhD di bidang ilmu biomedis, serta keahlian dalam kecerdasan buatan. Kombinasi ini memungkinkannya menjembatani praktik klinis dengan pengembangan AI tingkat lanjut. Platform PanaceAI dibangun berdasarkan model yang ia kembangkan selama masa residensi medisnya, dan telah menunjukkan peningkatan akurasi dalam prognosis, diagnosis, serta pemilihan terapi dibandingkan pedoman klinis saat ini, berdasarkan data lebih dari 6.000 pasien onkologi.

“Bionyeri langsung memahami visi yang ingin kami wujudkan,” kata Dr Aksoy. “Membangun teknologi yang hebat hanyalah separuh dari tantangan. Dibutuhkan mitra yang memahami jalur regulasi, mampu membangun relasi di sektor kesehatan, serta membuka akses ke pasar internasional. Itulah nilai yang dibawa Bionyeri dalam kemitraan ini.”

Dr Gayathri Sundaram, Chief Scientific Officer Bionyeri, menambahkan bahwa pendekatan explainable AI yang digunakan platform ini menjadi kunci dalam menjawab tantangan adopsi klinis.

“Para klinisi tidak akan mempercayai sistem yang bekerja seperti ‘black box’,” ujar Dr Sundaram. “Keunggulan PanaceAI terletak pada transparansinya. Sistem ini menunjukkan secara jelas faktor-faktor yang mendasari setiap rekomendasi. Hal ini sangat penting untuk implementasi di praktik klinis sehari-hari, dan menjadi alasan kami berkomitmen serius dalam kemitraan ini.”

Jaringan Bionyeri yang telah terbangun dengan berbagai penyedia layanan kesehatan di Indonesia, termasuk Pak Eng Liang Tan di SOHO Global Health dan Dr Evlina Suzanna di RS Kanker Dharmais, membuka peluang implementasi awal platform ini di Indonesia sebelum diperluas ke pasar Asia Tenggara.

“Kami melihat potensi yang sangat besar di luar Australia,” ujar Profesor Guillemin. “Asia Tenggara memiliki kebutuhan yang sangat besar akan sistem penunjang keputusan klinis yang tervalidasi. Jaringan yang kami miliki memungkinkan inovasi Australia ini dapat dihadirkan ke kawasan tersebut.”

Proyek selama 12 bulan ini akan mendanai integrasi platform, validasi klinis prospektif di sejumlah rumah sakit di Australia, serta persiapan sertifikasi perangkat medis Kelas IIa dari TGA.

Tentang Dr Yagiz Aksoy

Dr Yagiz Aksoy adalah klinisi sekaligus ilmuwan yang berfokus pada pengembangan AI klinis yang dapat diterapkan secara nyata. Ia meraih gelar Doctor of Medicine dari University of Sydney dan PhD di bidang ilmu biomedis dari Macquarie University, serta menggabungkan praktik medis aktif dengan keahlian mendalam di bidang kecerdasan buatan dan machine learning. Saat ini ia menjabat sebagai Senior Clinical Research Fellow di Biomedical AI Centre, Centenary Institute, serta pendiri PanaceAI. Dr Aksoy juga merupakan Chief Investigator dalam proyek NHMRC REP-AI senilai AUD 2,25 juta yang meneliti tata kelola etis AI di sektor kesehatan.

Tentang Bionyeri (www.bionyeri.com)

Bionyeri Pty Ltd adalah perusahaan komersialisasi ilmu hayati berbasis di Sydney yang berfokus pada translasi riset biomedis mutakhir menjadi aplikasi klinis, khususnya di bidang manajemen nyeri dan onkologi. Dipimpin oleh CEO dan Co-founder Profesor Gilles Guillemin serta Chief Scientific Officer Dr Gayathri Sundaram (Master of AI), Bionyeri bermitra dengan peneliti dan institusi terkemuka untuk mengembangkan serta mengomersialkan teknologi dan produk kesehatan inovatif, dengan jaringan yang telah terbangun kuat di Australia dan Asia Tenggara.